Mau Mulai Bisnis Startup Tapi Bingung Mulainya? Coba Baca Info di Sini Yuk.

| |

Apakah kamu adalah salah satu pelopor yang memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan tetap sambil membawa pertanyaan-pertanyaan penuh pertimbangan dan ingin memutuskan untuk membuat startup?

Sekarang saatnya mengumpulkan uang untuk membantu menyuburkan benih ide kreatifmu.

Tetapi sebelum kamu mengajukan tawaran ke investor, bagaimana kamu harus bersiap dan apa yang harus kamu pikirkan sebelum presentasi besar produk?

Berikut adalah tiga tip cepat yang dapat membantu meningkatkan peluang kamu untuk mendapatkan cek dari investor.


Cara Memulai Bisnis Startup

Ini mungkin memang tampak sederhana, namun bisa sangat menghemat banyak waktumu dan juga para investor.

Pastikan untuk membaca situs web perusahaan yang terkait dan memahami jenis perusahaan apa yang mereka sukai untuk berinvestasi, dan bagaimana tahapan-tahapannya.

Beberapa investor pada tahap awal biasanya ingin mendukung perusahaan-perusahaan yang hampir mati, sementara yang lain suka melihat yang memiliki lebih banyak daya tarik.

Belajar tentang direktur pelaksana dan latar belakang mereka serta pastikan untuk menganalisis portofolio perusahaan mereka sambil tetap melihat apakah ada bisnis sejenis yang bersaing.

Menurut Elisa La Cava, rekan senior di Madrona Venture Group, ada empat tema investasi perusahaan untuk 2019 ini.

Jika berdasarkan pada bagaimana kamu menjalani hal itu, kita dapat dengan cepat mencari tahu apakah kegiatan yang kamu pilih akan membuang-buang waktu.

Jika kamu akan membuang waktu para investor dan yang terpenting, ketika kalian bertemu bersama, bisakah kalian memanfaatkannya sebaik-baiknya?.

Maka bisa jadi itu adalah hal yang seharusnya memang berharga bagimu, apa pun itu, karena itu memaksamu untuk berpikir tentang seperti apa pertanyaan-pertanyaan semacam itu nantinya.


Ini Bukan Hanya Tentang Awalnya

Yang menjadi poin utama adalah, ketika kamu ingin mengajukan email pada investor, tetaplah menjadi ‘manusia’, dalam artian jangan sampai kamu terlihat aneh hanya karena mengirim email yang terlalu ‘dibuat-buat’.

Pertemuan terburuk bagi para investor adalah ketika mereka berada di pertemuan di mana mereka malah merasa seperti mendapatkan sesuatu yang dijual.

Meskipun penting bagi para investor untuk mengetahui bahwa seorang wirausahawan serius dengan sebuah ide dan telah melakukan penelitian mereka, rupanya ini juga masih merupakan hubungan emosional jangka panjang yang terkadang luput untuk diperkirakan.

Intinya, kamu memang tetap harus membuat investor tertarik pada idemu, terutama pada tahap awal.

Maksimalkan diri untuk dapat membuat mereka tertarik pada kamu dan proses kamu karena ini bukan tentang keuangan inovasimu, namun tentang gagasan kamu yang luar biasa dengan visual yang luar biasa pula.


Dapatkan Venture Capital Yang Tepat

Tidak setiap startup harus mencari dana dari perusahaan VC yang sering mencari pengembalian besar dari perusahaan yang dapat diukur.

Venture Capital (VC) sendiri adalah modal dalam bentuk uang yang diberikan kepada para pelopor startup yang potensial dan sedang berkembang.

Para pekerja yang menjalankan aktivitas manajemen dan administrasi pendanaan, penyaluran, serta pengawasan VC di balik layar ini biasa disebut Venture Capital fund atau Venture Capitalist.

Secara simpel kita bisa memahami bahwa Venture Capital adalah uangnya, dan Venture Capitalist adalah mereka yang menjalankan bisnisnya.

Salah satu cara yang biasa dilakukan oleh para investor yang memang bertujuan menyasar startup yang masih berada pada tahapan awal perjuangan adalah melakukan investasi di banyak portfolio startup dalam kurun waktu yang bersamaan.

Mereka umumnya hanya invest di startup yang kemungkinan suksesnya sudah benar-benar terlihat, atau bisa dibilang bahwa mereka biasanya cari aman hanya bermain di level startup yang sudah terverifikasi bisnisnya.

Mereka biasanya menargetkan untuk bisa mendapatkan return 5 hingga 10 kali lipat dari jumlah uang yang mereka telah diinvestasikan dalam kurun waktu tertentu, misal 5 hingga 10 tahun kedepan.

Tidak semudah yang dipikirkan karena, kemungkinan mendapatkan return dengan target tersebut juga masih sangat kecil.


Persiapkan Kondisi Emosional Dengan Baik

Memutuskan untuk membangun semuanya sendiri bukanlah tentang risiko dan bahkan lebih banyak dalam memastikan komponen lain dari hidupmu agar benar-benar merasa siap dan fokus jika ingin meluncurkan sebuah startup.

Seorang pengusaha harusnya bertanya pada diri sendiri mengenai :

Akmal, veteran Microsoft selama 12 tahun yang meninggalkan Seattle pemasaran startup Amperity musim panas ini untuk meluncurkan Falkon AI, juga mengatakan bahwa sangat penting untuk meninggalkan langkah sebelumnya dengan keputusan beresiko tinggi.

Dia mencintai timnya di Amperity, namun dia juga memiliki “kejelasan mutlak” tentang berkembang dan berpetualang sendiri.

Ia mengatakan bahwa sebaiknya jangan pernah berhenti dari sebuah pekerjaan jika pada akhirnya kamu malah mengira bahwa kamu membenci pekerjaan itu, karena langkah yang akan kamu ambil selanjutnya adalah membuat perusahaan sendiri.


Menyiapkan Landasan Keuangan

Ketika ingin memulai sebuah perusahaan dan menguji sebuah ide yang ditemukan, tidak heran bahwa kegiatan itu bisa memakan waktu berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

Para pendiri dari perusahaan itu mungkin memang tidak dapat mengambil gaji yang stabil untuk sementara waktu, maka harus dipastikan bahwa kamu sendiri telah memiliki landasan pacu.

Carter Rabasa, seorang entrepreneur yang baru-baru ini meluncurkan startup rekrutmen teknis Fizbuz, merekomendasikan agar orang menggunakan apa yang disebutnya sebagai alat penganggaran pribadi terbaik.

Rabasa sendiri menuturkan bahwa dirinya telah mulai menggunakannya delapan bulan sebelum meninggalkan karir jangka panjang di Twilio untuk mendapatkan hasil tambahan keuangan keluarganya dengan anggaran baru versinya sendiri.

Ia juga mengatakan bahwa jika kamu berpikir untuk mulai bertarung, walaupun itu masih samar-samar, kamu memang perlu melakukan sesuatu yang seperti itu.

Kamu juga harus selalu menyiapkan rencana bagaimana kamu akan aman secara emosional dan tetap baik-baik saja tanpa penghasilan bahkan hingga selama 12 bulan.


Cari Informasi Sebanyak-banyaknya

Ini adalah poin yang mungkin tampak sederhana, namun bisa jadi adalah yang paling penting, terutama untuk melewati masa-masa sulit.

Kamu harus benar-benar peduli tentang apapun yang kamu bangun dan masalah apa saja yang coba kamu selesaikan.

Jika kamu tidak memiliki semangat yang cukup untuk mengerjakan ide kamu bahkan ketika masih bekerja penuh waktu di perusahaan saat ini, atau bahkan tidak cukup peduli untuk mengerjakannya di malam hari atau akhir pekan, maka jangan pernah mencoba untuk memulai sebuah perusahaan dengan ide semacam itu.

Berusahalah untuk selalu jujur ​​secara intelektual dengan diri sendiri dan cari tahu kenapa harus kamu, apa pun itu.

Bisa jadi kamu memang peduli tentang sebuah ide, atau peduli tentang uang bahkan kamu mungkin peduli tentang belajar, ruang tertentu, pelanggan tertentu, bangunan perusahaan, ketenaran ataupun kekuasaan.

Previous

Projector Berkualitas 4K dari Vava

Aksesoris iPhone Keren Dan Murah 2019. Cek Yuk Apa Aja Sih.

Next

Leave a Comment