Komputer

Apa Itu Rendering? Yuk Simak Cara Kerjanya

proses rendering

Dalam dunia pengeditan, ada istilah yang disebut rendering. Apa itu rendering? Bagi orang awam, istilah ini mungkin masih asing di telinga, tapi bagi para editor yang berkecimpung di bidang audio visual, rendering atau render adalah istilah yang lumrah.

Ini karena rendering merupakan salah satu aktivitas yang sangat penting dalam proses editing video atau film.

Singkatnya, rendering adalah suatu tahapan dalam editing video di mana pada proses ini terjadi pembangunan gambar secara kolektif sehingga menjadi video yang utuh.

Proses rendering tidak dapat dilakukan begitu saja, tetapi membutuhkan software atau aplikasi khusus untuk editing video pada perangkat laptop atau PC.

Meski kegiatan ini dapat dilakukan pada perangkat yang lebih kecil seperti tablet atau smartphone, pada pengaplikasiannya masih jarang orang yang menggunakan kedua perangkat ini.

Pasalnya, daya tahan tablet dan smartphone lebih lemah dibanding laptop atau PC.

Karena hal inilah hanya sedikit orang yang menggunakan tablet atau smartphone untuk mengedit video.

Selain karena daya tahan yang lebih lemah, kualitas video yang dihasilkan juga masih lebih baik jika melakukan rendering menggunakan laptop atau PC.

mengenal rendering

Pengertian Rendering dan Berbagai Metodenya

Sedikit uraian di atas telah menjelaskan apa itu rendering. Dalam proses rendering, tidak hanya gambar saja yang digabung atau disusun hingga menjadi video utuh, tetapi juga elemen-elemen lain seperti sudut pandang pencahayaan, tekstur, bahasa atau data struktur, bahkan geometri.

Melalui proses rendering, berbagai elemen tersebut akan disusun menjadi satu hingga membentuk adegan virtual yang utuh karena fungsi dari proses ini memang menyatukan atau menggabungkan elemen-elemen tadi menjadi satu berkas yang berupa film atau gambar.

Selain pengertian tersebut, apa itu rendering juga dijelaskan sebagai proses untuk menghasilkan citra fotorealistik dan non-fotorealistik yang bersifat 2 dimensi menggunakan program komputer hingga menghasilkan output yang bersifat 3 dimensi.

Rendering adalah tahap editing yang memiliki banyak metode. Berikut ini uraian singkat tentang metode rendering pada proses editing video.

  1. Wireframe Rendering
Baca Juga  Ini Dia Jenis dan Manfaat Jaringan Komputer

Wireframe rendering adalah metode rendering objek 3 dimensi transparan atau tanpa permukaan. Pada tahap ini, objek akan dibentuk sehingga hanya garis-garis yang menggambarkan sisi-sisi dan sudut-sudut objek saja yang terlihat.

Tidak adanya permukaan objek membuat proses rendering ini sangat cepat dengan menggunakan komputer.

proses rendering

  1. Ray Tracing Rendering

Metode Ray Tracing Rendering merupakan metode render pertama yang mampu menghasilkan gambar objek 3 dimensi.

Metode ini mampu membantu editor untuk menghasilkan gambar dan video yang paling fotorealistik.

Sayangnya, proses ini lumayan sulit  di mana editor harus merunut ulang proses alami mulai dari sumber cahaya  hingga cahaya tiba di layar.

Selain itu, editor juga harus memperkirakan berbagai warna yang ditangkap oleh pixel tempat jatuhnya cahaya. Proses ini harus diulang hingga editor mendapatkan warna yang dibutuhkan.

  1. Shaded Rendering

Metode Shaded Rendering dipakai untuk berbagai proses perhitungan dalam proses render, seperti pencahayaan, karakteristik permukaan, shadow casting, dan masih banyak lagi.

Output video yang dihasilkan oleh metode ini adalah citra film yang sangat realistik.

  1. Hidden Line Rendering

Metode render yang terakhir adalah Hidden Line Rendering, yaitu metode rendering yang mempresentasikan objek ke layar dalam sisi-sisi atau garis-garis yang mewakili objek tersebut, tetapi beberapa garis tidak dapat dilihat karena tertutup objek atau permukaan lain.

Dengan metode ini, karakteristik permukaan objek seperti warna, tekstur, kilauan, dan pencahayaan tidak dapat dilihat.

cara rendering

Cara Melakukan Rendering yang Benar

Ada banyak aplikasi atau software yang dapat digunakan untuk melakukan rendering, di antaranya Windows Movie Maker, Final Cut, Sony Vegas, Inshot, Adobe Premiere Pro, Apple iMovie.

Selain beberapa aplikasi yang telah disebutkan di atas, masih banyak lagi yang dibuat khusus untuk melakukan rendering.

Meski ada banyak pilihan aplikasi yang dapat digunakan, software Adobe Premiere Pro dikenal sebagai tool rendering video dan film yang mampu menghasilkan output berkualitas tinggi.

Oleh karena itu, wajar saja jika software yang satu ini banyak digunakan oleh para editor profesional yang berkecimpung di bidang audio visual.

Baca Juga  Scanner: Pengertian, Fungsi, dan Harganya

Untuk menggunakan software ini, Anda harus mengunduh atau men-download terlebih dahulu dan menginstal di laptop atau PC.

Pastikan laptop atau PC memiliki ruang yang cukup untuk menjalankan software tersebut. pastikan juga jaringan internet Anda baik agar proses pengunduhan dapat dilakukan dengan lancar dan cepat.

Setelah mengunduh dan menginstal software tersebut, Anda dapat mengikuti langkah-langkah rendering yang tepat sebagai berikut.

adobe premier pro

  1. Adobe Premiere Pro

Software atau aplikasi Adobe Premiere Pro dilengkapi dengan fitur Mercury Playback Engine yang dapat digunakan untuk melakukan real time video editing dan accelerate render. Dengan fitur ini, video yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang baik.

Hal yang membuat Adobe Premiere Pro lebih unggul dibanding aplikasi atau software rendering video yang lain adalah adanya optimasi teknologhi GPU pada fitur Mercury Playback Engine.

Langkah-langkah untuk melakukan rendering adalah sebagai berikut:

  • Buat new project video render dengan cara klik File > New > Project. Selain menggunakan cara tersebut, Anda juga dapat membuat new project dengan cara alternatif dengan menekan tombol kombinasi keyboard Ctrl + Alt + N.
  • Saat membuat new project, sebuah window akan muncul. Pada bagian Name, ketik nama project yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan atau keinginan.
  • Berikutnya, pilih lokasi untuk menyimpan berkas atau file project tersebut secara default, yaitu pada Local Disk C dengan cara klik Users > Windows User > Documents > Adobe > Premiere Pro.
  • Jika ingin mengubah direktori penyimpanan, Anda dapat menekan atau klik tombol Browse yang tersedia kemudian klik area penyimpanan yang diinginkan.
  • Buka bagian Tab General, lelau Renderer dengan melakukan klik pada mercury Playback Engine GPU Acceleration (OpenCL).
  • Bisa juga menggunakan cara alternatif dengan klik fitur Mercury Playback Engine Software Only. Dari sini, beberapa hal dapat diatur mulai dari display video format, capture format, display audio format, dan lain-lain.
  • Jika proses render video sudah selesai, klik OK. Dengan begitu, file atau berkas akan tersimpan secara otomatis di direktori penyimpanan yang dipilih.
Baca Juga  Corel Draw: Pengertian, Fungsi dan Kelebihannya

adobe media encoder

  1. Adobe Media Encoder

Selain Adobe Premiere Pro, ada software lain besutan Adobe System yang dapat digunakan untuk melakukan proses rendering, yaitu Adobe Media Encoder. Software atau perangkat lunak ini merupakan bagian dari Adobe Creative Suite (CS) yang juga terdapat dalam Adobe Creative Cloud (CC) di bagian Master Collection, Adobe Media Encoder.

Fungsi software ini adalah untuk menambah preset serta menghasilkan output dalam berbagai format yang dibutuhkan serta diinginkan pengguna. Artinya, dengan software ini, Anda dapat membuat file video dalam berbagai format MP4, 3GP, AVI, MPG, dan lain-lain.

Kelebihan dari Adobe Media Encoder adalah sistem operasionalnya yang telah terintegrasi dengan berbagai software lain seperti Adobe Premiere Pro, After Effect, serta berbagai software pengedit serta rendering video lainnya.

Menggunakan software ini, langkah yang harus dilakukan untuk melakukan rendering adalah sebagai berikut.

  • Klik atau tekan menu File > Export > Media atau menggunakan tombol kombinasi Ctrl + M pada keyboard hingga muncul jendela Export Settings di layar laptop atau PC.
  • Klik tombol Queue yang ada di bagian bawah jendela, di sebelah kiri tombol Export. Setelah itu, pilih jendela Adobe Media Encoder sehingga aplikasi yang sudah terinstal sebelumnya dapat terbuka dan beroperasi.
  • Perlu diingat bahwa Adobe media Encoder memungkinkan Anda untuk memilih preset yang lebih variatif dibanding Adobe premiere Pro dan bukan merupakan renderer engine sendiri.
  • Pilih serta atur preset video yang diinginkan, kemudian lanjutkan ke tahap render seperti pada langkah di bagian Adobe premiere Pro yang telah diuraikan sebelumnya.
  • Buka bagian Tab General, kemudian klik Mercury Playback Engine GPU Acceleration (OpenCL) atau klik fitur Mercury Playback Engine Software Only sebagai alternatif.
  • Klik OK setelah proses render video selesai di mana file atau berkas sudah tersimpan secara otomatis di direktori penyimpanan yang telah dipilih.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in:Komputer

Next Article:

0 %