Kontroversi Call of Duty

| |

Game terbaru dari “Call of Duty” Activision Blizzard rupanya akhir-akhir ini menghadapi reaksi pedas nan keras di media Rusia dan masuk ke dalam ratusan ulasan negatif tentang aggregator peninjau Metacritic untuk gaya penggambarannya tentang Rusia.

Call of Duty: Modern Warfare adalah seri terbaru dari game keluaran Activision yang sangat mencuri perhatian para pemain game di seluruh dunia yang berfokus pada seri first-person-shooter dan cukup mendulang sukses.

Bahkan jika menilik perbandinganya dengan seri Call of Duty lain, Modern Warfare rupanya berhasil meraup keuntungan tertinggi.

Kontroversi Call of Duty

Dimana jika dibandingkan, Black Ops 4 menghasilkan sekitar USD 500 juta di tiga hari perilisannya, sementara Black Ops 3 menghasilkan sekitar USD 500 juta, Black Ops 2 USD 500 juta, Modern Warfare 3 sekitar USD 400 juta dan juga Black Ops meraup sekitar USD 360 juta.

Activision telah mencatatkan rekor pemasukan baru yang berasal dari game Call of Duty: Modern Warfare, dimana dalam 3 hari rilisan pertamanya, game tersebut berhasil mendapat pemasukan balik penjualan sebesar USD 600 juta atau jika dirupiahkan menjadi sekitar Rp 8,4 triliun.

Namun walaupun begitu, game ini mendapatkan respon negatif pula dari banyak pengamat game dan para pemain di seluruh dunia, terutama Rusia.

Sebagian besar laporan dan kontroversi berpusat pada misi berjudul “Highway of Death” pada game itu. Misi tersebut terdapat alur bahwa pemain harus maju di sepanjang jalan raya fiksi yang diibaratkan berada di Rusia, yang menurut para pengulas katakan sangat menyerupai jalan di kehidupan nyata yang menghubungkan Irak dan Kuwait.

Activision Blizzard sebagai perilis game Call of Duty tidak begitu saja segera menanggapi permintaan dan komentar pedas dari Business Insider.

Konfirmasi yang diberikan oleh pihak Activision Blizzard telah dituliskan dalam sebuah posting blog minggu lalu, perusahaan pengembang game tersebut menegaskan bahwa sebenarnya alur cerita yang ada pada permainan itu fiktif.

Meskipun dipuji oleh banyak youtuber gaming video di negara-negara barat sejak dirilis, gelar buruk yang disematkan oleh para media Rusia belum juga reda ataupun menurun.

Game terbaru “Call of Duty” dari Activision Blizzard menghadapi reaksi keras dari media Rusia karena dianggap membuat penggambaran buruk tentang negara Eurasia.

Game digital ini telah menerima ribuan ulasan negatif para pengguna yang mereka tuliskan pada peninjau aggregator Metacritic.

Para pengguna rata-rata  lebih banyak diantaranya menulis dalam bahasa Rusia yang diiringi dengan berbagai gaya tuduhan yang mengarah pada spekulasi bahwa pengembang game telah salah mengartikan dan bahkan memfitnah negara.

Di Metacritic, menunjukkan bahwa peringkat rata-rata yang diberikan oleh para pengguna untuk versi PlayStation 4 dari game Call of Duty hanya sekitar dibawah 5 dari 10, sangat rendah jika dibandingkan dengan euforia yang diberikan.

Seorang pengguna, yang juga menuliskan komentar dalam bahasa Inggris dan juga Rusia, menuntut Activision untuk mengembalikan uangnya dan yang lain menuduhnya sebagai rasisme pada Rusia, dan yang lain menuduh bahwa Activision Blizzard  memang berniat memburukkan Rusia.

Activision Blizzard

activision blizzard

Outlet media Rusia lain juga banyak dilaporkan mengkritik permainan itu.

Menurut BBC, salah saluran TV pemerintah yaitu channel Rossiya 24 merilis sebuah laporan empat menit yang mengkritik game Call of Duty secara terang-terangan.

Sementara seorang blogger terkemuka asal Rusia mencap game itu terlalu berlebihan dalam pembuatannya.

Blogger tersebut dalam tweetnya menyeru kan para pemain Rusia untuk tidak memainkan game ini, memboikot dan menunjukkan rasa hormat untuk diri mereka sendiri.

Permainan ini telah menerima beberapa kali ulasan positif dari para kritikus profesional, walaupun tetap ada banyak sekali reaksi negatifnya.

Sebagian besar kontroversi yang didapatkan tampaknya berasal dari misi permainan berjudul “Highway of Death”.

Misi tersebut mengharuskan para pemain untuk berjalan maju di sepanjang jalan raya, sambil menembaki pasukan Rusia.

Para pengguna mengatakan bahwa jalan raya yang digambarkan oleh Activision Blizzard dalam misi itu sangat menyerupai jalan di kehidupan nyata yang disebut Jalan Raya 80.

Jalan yang digambarkan diduga menyerupai jalan yang menghubungkan kota Irak Basra dan kota Kuwait Al Jahra.

Jalan itu memang nyatanya dijuluki “Highway of Death” pada 1990-an, ini dikarenakan perannya yang cukup menonjol dalam Perang Teluk.

Sebenarnya, kasus ini bukanlah satu-satunya kontroversi yang pernah dihadapi oleh Activision Blizzard dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan pengembang game populer ini juga menerima kritik terus-menerus karena keputusannya untuk melarang seorang atlet esport profesional Chung “Blitz Chung” Ng Wai setelah atlet esport profesional tersebut menyuarakan sentimen pro-Hong Kong selama siaran langsung.

Untuk saat ini, Call of Duty menjadi salah satu game yang paling panas dan juga paling populer di dunia mobile game walaupun versi mobilenya baru dirilis pada 1 Oktober lalu.

Previous

Cara Buat Gambar Bergerak GIF Kekinian

Baterai Ponsel Energizer Berkapasitas 18.000 mAh

Next

Leave a Comment