Apa Sih Ransomware – Bagaimana Menghindari dan Mengatasinya

| |

Apakah kamu pernah mengalami kejadian menjengkelkan karena komputer kesayanganmu diserang habis-habisan oleh virus?.

Apalagi kalau virus itu adalah si pengancam ransomware.

Konsep di balik terbentuknya virus pengganggu ransomware, adalah  salah satu bentuk perangkat lunak berbahaya yang terkenal menggerogoti file pada komputer.

Sederhananya, jika kamu secara tidak sengaja mendapatkan software jenis ini, bisa dipastikan data kamu akan dapat terkunci dan terenkripsi, lalu meminta tebusan untuk memulihkan akses yang diperlukan oleh kamu.

Menjengkelkan sekali bukan?

Dalam banyak kasus, korban bahkan harus membayar kejahatan dunia maya ini dalam jumlah waktu tertentu dan dapat berisiko kehilangan akses selamanya ke filenya.

Dan karena disini kita berurusan dengan penjahat, membayar uang tebusan juga tidak bisa memastikan akses akan dipulihkan secara sungguh-sungguh oleh pelaku.

Ransomware adalah bentuk online dari mainan ciptaan para orang jahat di dunia maya yang mengganggu para korban dan rata-rata diciptakan oleh pelaku intimidasi.

Si penjahat bisa saja menyandera file pribadi kamu, menjauhkan kamu dari dokumen, foto, dan informasi keuangan kamu.

File-file itu memang masih ada di komputer kamu dan tepat di depan kamu, tetapi file itu dienkripsi dan membuatnya tidak dapat dibaca ataupun diakses sama sekali.


Jenis ransomware

Ransomware dapat datang ke perangkat kamu dalam berbagai bentuk dan juga ukuran file.

Beberapa varian mungkin lebih berbahaya daripada yang lain, tetapi mereka semua memiliki satu kesamaan: menyandera dan meminta uang tebusan.

Sudah seperti mama minta pulsa saja ya?

Lima jenis ransomware yang paling umum adalah:


Malware Crypto

Ini adalah bentuk ransomware yang terkenal dan dapat menyebabkan banyak kerusakan pada dokumen.

Salah satu contoh yang paling dikenal adalah serangan ransomware yang sungguh-sungguh bikin mau nangis, WannaCry pada tahun 2017 lalu, yang menargetkan ribuan komputer di seluruh dunia dan menyebar sendiri ke dalam jaringan perusahaan secara global.


Loker

Ini adalah jenis ransomware yang dikenal karena menginfeksi sistem operasi laptop untuk dan menargetkan untuk mengunci kamu dari komputermu, sehingga kamu tidak akan mungkin untuk mengakses file atau aplikasi sama sekali.


Scareware

Ini adalah virus yang numpang tinggal pada perangkat lunak palsu yang bertindak seperti antivirus atau alat pembersih, dan memiliki kamuflase yang cukup jahat karena membohongi para penggunanya.

Scareware sering mengklaim telah menemukan masalah di komputer kamu dan dengan enteng meminta uang untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Beberapa jenis scareware mengunci komputer, sementara yang lain membanjiri layar kamu dengan peringatan yang mengganggu dan pesan pop-up hoax lainnya.


Doxware

Doxware adalah salah satu ransomware yang mengancam untuk mempublikasikan informasi curian secara online jika kamu tidak membayar uang tebusan.

Karena sudah sangat umum bahwa semakin banyak orang yang menyimpan file sensitif dan foto pribadi di komputer mereka, dapat dipastikan bahwa banyak orang sudah jelas akan panik dan membayar uang tebusan ketika file mereka dibajak.

Istilah lain yang dapat disematkan pada Doxware adalah ransomware pem-bully karena manusia mana coba yang tidak akan bingung dan merasa ter-bully karena terancam dengan pesan dari pembuatnya?.


RaaS

Atau dikenal sebagai “Ransomware as a Service,”.

RaaS adalah salah satu jenis malware yang di-host secara anonim oleh peretas.

Penjahat di baliknya menangani semuanya mulai dari mendistribusikan ransomware dan juga mengumpulkan hasil pembayaran hingga mengelola dekripsi.

Peretasnya juga bertugas untuk mengembalikan akses data pada penggunanya yang terlebih dahulu juga memberikan imbalan potongan tebusan mereka.

Ransomware sendiri hingga saat ini tetap menjadi sarana serangan yang populer, dan keluarga besar ransomware yang baru lahir hampir ditemukan setiap tahun.


Hal yang Harus dan Tidak Boleh Dilakukan Ketika Terkena Ransomware


Gunakan perangkat lunak keamanan atau security

Untuk membantu melindungi data kamu di gadget tanpa diganggu oleh orang asing, selalu pastikan bahwa kamu telah menginstal dan menggunakan rangkaian keamanan tepercaya yang menawarkan lebih dari sekadar fitur antivirus.

Norton Security adalah salah satu yang dapat mendeteksi dan membantu melindungi laptop kamu dari ancaman tersembunyi terhadap identitas yang ada pada perangkat kamu, termasuk juga ponsel kamu.


Selalu perbarui perangkat lunak keamanan

Varian ransomware baru akan selalu muncul secara rutin, sehingga memiliki perangkat lunak keamanan internet terbaru akan membantu melindungi kamu dari serangan nakal para cyber.


Perbarui sistem operasi dan perangkat lunak lain

Pembaruan perangkat lunak sering kali menyertakan tambalan untuk kerentanan keamanan yang baru ditemukan yang dapat dieksploitasi oleh penyerang ransomware.


JANGAN otomatis membuka lampiran email

Email adalah salah satu metode ‘numpang’ paling utama yang digunakan para cybercrime untuk mengirimkan ransomware.

Hindari membuka email dan lampiran dari sumber yang tidak dikenal atau tidak dipercaya, apalagi dengan sukarela mendownload isinya.


Berhati-hatilah dengan lampiran email

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jangan mudah percaya dengan email yang menyarankan kamu untuk melihat kontennya.

Segera hapus email mencurigakan seperti ini.


SELALU lakukan pencadangan data penting ke hard drive eksternal

Penyerang memang dapat memanfaatkan korban mereka dengan mengenkripsi file berharga dan membuatnya tidak dapat diakses.

Namun jika korban memiliki salinan cadangan, peretas tidak lagi memegang kendali.

File cadangan memungkinkan para korban untuk mengembalikan file mereka setelah infeksi telah dibersihkan.

Pastikan bahwa cadangan dilindungi atau disimpan secara bertahap dan juga pastinya aman sehingga penyerang tidak dapat mengaksesnya.


Gunakan layanan cloud

Layanan penyimpanan modern ini dapat membantu mengurangi infeksi ransomware pada file kamu, karena banyak layanan cloud menyimpan versi file sebelumnya, memungkinkan kamu untuk dapat ‘memanen lagi’ file-file pada cloud tidak dienkripsi.


Jangan membayar tebusan

Kenapa kita tidak disarankan untuk membayar tebusan?.

Mungkin kamu juga akan bertanya-tanya, “Tapi aku kan nggak bakalan dapat file yang dibutuhkan kalau nggak bayar?”.

Sebentar, itu memang masuk akal.

Namun lebih masuk akal lagi jika cybercrime hanya memanfaatkan hal itu dan tidak mengembalikan file kamu begitu kamu membayar.

Bukankah akan menjadi lebih ekstreem apabila penjahat di seberang sana malah memeras kamu lebih dan lebih lagi?.


Ransomware Memang Bekerja Sebagai Pencaplok Orang Lain

pembajak di Internet

Ada banyak uang yang berputar dalam bisnis caplok mencaplok ala ransomware.

Bahkan pasar kejahatan ini faktanya memang berkembang pesat sejak awal kemunculan dan era trennya.

Pada 2017 saja ransomware dapat menghasilkan kerugian $ 5 miliar, baik dalam segi uang tebusan yang dibayarkan dan dibelanjakan serta kerugian waktu yang dialami para korbannya karena berusaha memulihkan data mereka.

Dengan varian ransomware baru yang sering bermunculan, kamu ingin melakukan apa yang dapat kamu lakukan untuk meminimalkan resiko terkena dampaknya.

Dengan mengikuti apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan seperti artikel di atas, secara tidak langsung kamu sekarang sudah mengerti bagaimana caranya berhati-hati untuk menjaga file pribadi.

Previous

Stampli Berhasil Meraup $ 25 Juta di Bidang Keuangan

Rupanya Kamera Canon Bisa Terinfeksi Virus!

Next

Leave a Comment